Kata-kata Motivasi Sembilan Puluh persen dari semua orang yang gagal sebenarnya tidak kalah...mereka hanya menyerah
- Paul J Meyer -

Sungguh Nyata

PENGAKUAN IMAN RASULI
1. Aku percaya kepada Allah Bapa yang Mahakuasa, khalik langit dan
bumi.
2. Dan kepada Yesus Kristus AnakNya Yang Tunggal, Tuhan Kita.
3. Yang dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria.
4. Yang menderita sengsara dibawah pemerintahan Pontius Pilatus,
disalibkan mati dan dikuburkan turun ke dalam kerajaan maut.
5. Pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati.
6. Naik ke surga, duduk disebelah kanan Allah, Bapa yang Mahakuasa.
7. Dan dari sana Ia akan datang untuk menghakimi orang yang hidup
dan yang mati.
8. Aku percaya kepada Roh Kudus.
9. Gereja yang Kudus dan Am, persekutuan Orang Kudus
10. Pengampunan Dosa.
11. Kebangkitan Tubuh.
12. dan Hidup Yang Kekal.
AMIN.

Sabtu, 06 Februari 2010

Apa tanda-tanda akhir zaman?




Pertanyaan: Apa tanda-tanda akhir zaman?

Jawaban: Matius 24:5-8 memberi kita beberapa petunjuk penting sehingga kita dapat memahami mendekatnya akhir zaman. “Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang. Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru.” Bertambahnya mesias-mesias palsu, bertambahnya peperangan, bertambahnya kelaparan, penyakit dan bencana-bencana alam – semua ini adalah “tanda-tanda” akhir zaman. Bahkan dalam ayat-ayat ini kita diberikan peringatan. Jangan sampai kita ditipu (Matius 24L4), karena peristiwa-peristiwa ini hanyalah permulaan dari sakit melahirkan (Matius 24:8), kesudahannya masih akan datang (Matius 24:6).

Banyak penafsir yang menunjuk pada setiap gempa bumi, setiap pergolakan politik, dan setiap serangan terhadap Israel sebagai tanda bahwa akhir zaman segera tiba. Walaupun peristiwa-peristiwa ini adalah tanda-tanda bahwa akhir zaman sementara mendekat, hal ini tidak berarti bahwa akhir zaman sudah tiba. Rasul Paulus mengingatkan bahwa “di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan” (1 Timotius 4:1). Hari-hari terakhir dilukiskan sebagai “masa yang sukar” karena meningkatnya kejahatan manusia dan orang-orang yang secara aktif “menolak kebenaran” (2 Timotius 3:1-9; lihat pula 2 Tesalonika 2:3).

Tanda-tanda lain yang mungkin antara lain adalah dibangunnya kembali tempat suci orang Yahudi di Yerusalem, meningkatnya permusuhan terhadap Israel dan perkembangan ke arah satu pemerintahan dunia. Tanda akhir zaman yang paling utama adalah negara Israel. Pada tahun 1948 Israel untuk pertama kalinya sejak tahun 70 A.D. diakui sebagai negara yang berdaulat. Tuhan sudah berjanji kepada Abraham bahwa keturunannya akan memiliki Kanaan sebagai “milik untuk selama-lamanya” (Kejadian 17:8), dan Yehezkiel menubuatkan kebangunan kembali Israel secara fisik dan rohani (Yehezkiel 37). Dari sudut pandang nubuat akhir zaman, adanya Israel sebagai bangsa di tanahnya sendiri adalah hal yang penting karena pentingnya Israel dalam eskatologi (Daniel 10:14; 11:41; Wahyu 11:8).

Dengan mengingat tanda-tanda ini, kita dapat bersikap bijak dalam hal pengharapan akhir zaman. Namun kita tidak boleh menafsirkan salah satu dari tanda-tanda ini sebagai indikasi jelas bahwa akhir zaman akan segera tiba. Tuhan telah memberi kita informasi yang cukup sehingga kita dapat mempersiapkan diri, namun tidak cukup untuk membuat kita menjadi sombong.




Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Roma 6:23



Allah ... yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan.

1 Petrus 1:3



Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Yohanes 3:16



Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.


Efesus 2:8-9


Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.

Roma 10:9


Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Roma 5:8


Perumpamaan-perumpamaan:


23. Penghakiman Terakhir



* Matius 25:31-46
25:31 "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.
25:32 Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,
25:33 dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.
25:34 Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.
25:35 Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;
25:36 ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.
25:37 Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum?
25:38 Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian?
25:39 Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?
25:40 Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.
25:41 Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.
25:42 Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum;
25:43 ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.
25:44 Lalu mereka pun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?
25:45 Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.
25:46 Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.
KONTROVERSI SEPUTAR 'THE JESUS SEMINAR'
 
Kaum Kristen percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah, dilahirkan
dari Perawan Maria dan suaminya yang tukang kayu, Yosef.
Dengan penyalibannya, ia menebus atau menyelamatkan umat
manusia. Dengan kebangkitannya kembali, ia menjanjikan
kehidupan kekal. Tetapi sekelompok ahli teologi dan sejarawan
di Amerika Utara mempertanyakan tentang Yesus -- serta
keakuratan Perjanjian Baru.
 
Sekitar 50 sarjana membentuk apa yang dinamakan "Jesus
Seminar". Mereka menyatakan tengah menggali kembali
pemahaman-pemahaman baru tentang kehidupan Kristus -- terlepas
dari apa yang mereka namakan "dogma dan mitos gereja selama
berabad-abad." Mereka mengatakan, pendekatan mereka adalah
dengan menganalisis teks-teks Alkitab -- dengan menggunakan
pengetahuan mutakhir tentang budaya, sejarah, politik, dan
bahasa di Palestina kuno. Dalam proses itu, mereka mengecilkan
hakikat keilahian Yesus -- dan menonjolkan sisi manusiawinya.
 
Marcus Borg adalah seorang Profesor Agama dan Budaya di Oregon
State University di Corvallis, yang berpendidikan Oxford.
 
Bagi banyak kaum Kristen arus-pokok di Amerika Utara, suatu
cara lama dalam memahami Yesus telah tidak mempan lagi bagi
mereka -- yakni cara pandang yang eksklusif: Kristianitas
adalah satu-satunya jalan keselamatan, yang menekankan
kelahiran dari perawan, dan (Yesus) mati untuk dosa-dosa kita.
Dalam zaman yang secara religius bersifat pluralistik, cara
pandang lama itu tidak lagi memikat. Banyak di antara
orang-orang ini tetap menjadi anggota gereja, tetapi dengan
setengah hati -- (mereka bilang kepada saya), "Saya selalu
harus mengatupkan jari-jariku bila mendengar, 'Yesus
dilahirkan oleh seorang perawan...' atau 'Yesus naik dengan
tubuhnya ke surga.' "
 
Professor Borg berkata, 'Jesus Seminar' menekankan pelajaran
--tetapi bukan bahasa harfiah-- dari kitab-kitab Injil
Perjanjian Baru. Demikianlah, maka kelahiran dari perawan
tidak dianut secara harfiah --melainkan sebagai kisah yang
harus ditafsirkan. Banyak anggota Seminar berkata, bahwa
budaya-budaya sering menggunakan kembang-kembang bahasa
--seperti "dilahirkan dari antara para dewa"-- untuk
menjelaskan sifat-sifat istimewa dari tokoh-tokoh historis.
Mereka juga mengatakan, bahwa cara bercerita di zaman kuno
tidak selalu berpegang ketat kepada fakta -- yang menurut
mereka adalah bagian penting dari model saintifik pada masa
kini.
 
Demikianlah, Injil Lukas menceritakan kisah Maria, Ibu Yesus
yang tengah mengandungnya, mengunjungi saudara sepupunya yang
juga tengah mengandung, Elizabeth, beserta suaminya Zechariah.
Seorang malaikat menyatakan kepada Zechariah, bahwa sekalipun
usia mereka sudah tua, Tuhan mengarunia dia dan istrinya
dengan seorang anak. Bayi itu ternyata menjadi tokoh kunci
lain dari Perjanjian Baru, Yohanes Pembaptis.
 
Ray Hoover adalah seorang pendeta yang ditahbiskan dalam
Gereja United Church of Christ -- ia juga Profesor Literatur
Alkitab dan Agama di Whitman College di Walla-Walla,
Washington. Menurut dia:
 
Dalam cerita Lukas, seorang perempuan tua dan mandul,
Elizabeth, dan seorang gadis muda dan tak berpengalaman,
Maria, mendapati kehidupan masing-masing dirahmati dengan
makna istimewa dalam mengandung seorang bayi. Ini tidak boleh
dilupakan, sebagai suatu kehidupan penting yang muncul di
antara orang kebanyakan. Lukas berkata, bahwa hidup dapat
dirahmati bahkan dalam keadaan yang paling sederhana. Kuasa
untuk mengubah sejarah dapat muncul dari kalangan orang biasa,
bukan hanya dari kalangan tinggi dan berkuasa. Kita biasanya
mengharapkan kreativitas muncul di kalangan anak muda. Lukas
menyatakan bahwa rahmat dapat muncul dalam kehidupan kita pada
usia kapan saja. Sesuatu yang baru dapat mengubah makna hidup
kita dalam usia menengah atau usia tua kita.
 
Pendekatan yang dilakukan oleh para sarjana 'Jesus Seminar'
terhadap Yesus dipersoalkan oleh para sarjana Alkitab
ortodoks. Mereka berkata: "Kelompok ini (Jesus Seminar)
merupakan sekelompok sarjana Alkitab yang memilih-diri-sendiri
(self-selected) dan mempunyai tujuan khusus untuk
membuktikan-salah Yesus yang diajarkan di Sekolah-Sekolah
Minggu."
 
Ben Witherington adalah seorang Profesor Tafsir Perjanjian
Baru di Asbury Theological Seminary di Lexington, Kentucky.
Dia bilang:
 
"Bila saya pergi ke Eropa atau Jerman, kebanyakan sarjana di
sana berkata bahwa ini hanya bisa terjadi di Amerika. [Jesus
Seminar] tidak mewakili para sarjana mainstream. Kelebihan
'Jesus Seminar' adalah mencari publisitas dengan membuat
pernyataan-pernyataan radikal. Ini contoh bagus dari politik.
Mereka sangat lihay memanipulasi media."
 
Para pengritik berkata, bahwa metode yang digunakan oleh
'Jesus Seminar' cacad. Misalnya, para sarjana 'Jesus Seminar'
berkata, bahwa mereka menggunakan banyak sumber untuk
menetapkan keakuratan historis dari teks-teks Alkitab. Tetapi
para pengritiknya berkata, bahwa 'Jesus Seminar' menolak
tulisan-tulisan yang tidak sesuai dengan pandangan mereka
sendiri. Misalnya, Ben Witherington berkata, Injil Matius dan
Lukas dari Perjanjian Baru menyebutkan tentang kelahiran dari
perawan -- yang seharusnya cukup untuk meyakinkan peserta
Seminar tentang keakuratan historis. Tetapi para anggota
Seminar berkata, jika peristiwa yang menakjubkan itu benar,
Injil-Injil yang lain pun tentu akan menyebutkannya. Para
sarjana yang lebih konservatif mengeluh bahwa Seminar menolak
mempertimbangkan fenomena supernatural -- baik itu malaikat,
mukjizat, atau Yesus sebagai penjelmaan Tuhan:
 
"Para sarjana ortodoks, ketika mempelajari teks-teks Alkitab,
tidak berangkat dari anggapan bahwa mukjizat adalah mustahil
dan kita harus memperlakukannya sebagai mitos atau legenda.
Seorang sejarawan yang terbuka terhadap hal-hal supernatural
akan menunda penilaian dan meneliti bukti-bukti individual
kasus demi kasus."
 
Para pengritik juga mengecam cara Seminar bergantung pada apa
yang mereka anggap sebagai dokumen yang meragukan --misalnya
apa yang disebut "Injil Gnostik" dari Thomas. Injil itu
menekankan ucapan-ucapan Yesus -- yang menggambarkannya
sebagai orang arif, tetapi bukan Putra Allah.
 
Para pengritik juga menolak sikap Seminar yang mempertanyakan
keotentikan ucapan-ucapan Yesus. Para anggota Seminar berkata,
bahwa tradisi lisan tidak selalu akurat, dan bahwa
generasi-generasi Kristen yang belakangan mungkin sekali
menerapkan kepercayaan mereka sendiri kepada Yesus. Tradisi
Yesus diwariskan oleh orang-orang Yahudi awal, yang tahu
bagaimana meneruskan tradisi dengan sangat hati-hati dan
jujur. Tidak realistik untuk menganggap bahwa orang Yahudi
abad pertama, yang sangat menjunjung tinggi tradisi suci,
tidak memperlakukan tradisi itu dengan jujur dan dilandasi
doa.
 
Sikap mempertanyakan tradisi oleh Seminar itu juga menimbulkan
masalah-masalah teologis:
 
Pertanyaan yang harus diajukan kepada Seminar adalah: jika apa
yang mereka katakan benar -- mengapa ada Kristianitas itu
sendiri? Mengapa Yesus tidak tenggelam di dalam keranjang
sampah sejarah? Masalahnya bagi orang awam adalah: jika 'Jesus
Seminar' benar, mengapa kita harus peduli dengan tokoh Yesus
itu sendiri?
 
Para anggota 'Jesus Seminar' berkata, tugas pokok mereka
adalah menggali bukti-bukti yang akurat secara historis dan
saintifik; masalah teologis harus digarap belakangan. Mereka
menyadari bahwa temuan-temuan mereka dapat menantang
pandangan-pandangan dan asumsi-asumsi tradisional dari
Kristianitas. Tetapi mereka berkata, itu sendiri bukanlah hal
yang buruk -- mereka malah berpendapat bahwa karya mereka akan
memperkuatnya.
SHOUT TO THE LORD - Darlene Zschech
MY JESUS, MY SAVIOUR
LORD THERE IS NONE LIKE YOU
ALL OF MY DAYS, I WANT TO PRAISE
THE WONDERS OF YOUR MIGHTY LOVE

MY CONFORT, MY SHELTER
TOWER OF REFUGE AND STRENGTH
LET EVERY BREATH, ALL THAT I AM
NEVER CEASE TO WORSHIP YOU

CHORUS:
SHOUT TO THE LORD, ALL THE EARTH LET US SING
POWER AND MAJESTY, PRAISE TO THE KING
MOUNTAINS BOW DOWN, AND THE SEAS WILL ROAR
AT THE SOUND OF YOUR NAME

I SING FOR JOY AT THE WORK OF YOUR HANDS
FOREVER I'LL LOVE YOU, FOREVER I STAND
NOTHING COMPARES TO THE PROMISE I HAVE IN YOU
HIDUP DALAM KUASA ALLAH DI AKHIR ZAMAN
“Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.”
(Yohanes 1:12)
Di dermaga, di tepi sungai besar yang biasa dilayari kapal, seorang anak kecil sedang mengail ikan dekat seorang bapak tua yang tidak dikenalnya yang juga sedang mengail di sana. Mata kail mereka telah dilemparkan ke dalam sungai namun ikan tak kunjung datang untuk menyentuh umpan di kailnya.
Sambil melihat kapal yang hilir mudik di sungai itu anak kecil itu terperanjat melihat kapal yang tampak dikejauhan sana. Anak itu melepaskan bajunya sambil melambai-lambaikannya kearah kapal itu. Orang tua yang disebelahnya itu heran dan berpikir, “Mungkin anak tersebut sudah tidak waras lagi. Apakah mungkin kapal tersebut mau mendekati anak tersebut? Itu tak mungkin.” Tak lama kemudian kapal tersebut menuju pada tempat anak itu mengail. Orang tua itu heran, apa yang akan terjadi? Kapal itu memang menjemput anak itu. Anak itu berkata kepada orang tua itu,” Tahukah anda bahwa nakhoda kapal itu adalah bapakku.”
Lambaian tangan minta tolong kepada-Nya memiliki kuasa dan teriakan minta tolong kepada-Nya hanya akan dikabulkan oleh sebab kita dikenal oleh Allah sebagai anak-anak-Nya yang kekasih.
Sejak awal Allah merancangkan hal-hal yang dahsyat dan penuh kuasa bagi hidup manusia. Namun kenyataannya, banyak orang gagal meraih kuasa Allah yang disediakan baginya. Allah mau kita hidup diakhir zaman ini, hidup dahsyat dan penuh kuasa. Hidup Kristen bukanlah hidup biasa-biasa saja, karena Tuhan Yesus berkata “Apa yang aku kerjakan dapat juga kamu kerjakan bahkan yang lebih besar”.
Jadi kuasa Allah yang dahsyat itu bukanlah hasil dari mimpi, tetapi Kuasa Allah diberikan kepada kita berhubungan dengan status kita sebagai anak-anak Allah.

Rabu, 03 Februari 2010

injil

  • Matius - Menceritakan kisah Yesus dari segi sebagai Mesias, Raja orang Israel. Injil ini penuh dengan penggenapan nubuat-nubuat Perjanjian Lama.
  • Markus - Menceritakan kisah Yesus dari segi sebagai Hamba.
  • Lukas - Mempresentasikan Yesus sebagai Anak Manusia yang datang untuk mencari dan menyelamatkan mereka yang terhilang.
  • Yohanes - Mempresentasikan Yesus sebagai Firman Allah yang menjelma menjadi manusia, Kristus, yang berarti, Yang Diurapi.
Perjanjian Lama
Perjanjian Baru
Matius
Markus
Lukas
Yohanes
Kisah Para Rasul
Roma
1 Korintus
2 Korintus
Galatia
Efesus
Filipi
Kolose
1 Tesalonika
2 Tesalonika
1 Timotius
2 Timotius
Titus
Filemon
Ibrani
Yakobus
1 Petrus
2 Petrus
1 Yohanes
2 Yohanes
3 Yohanes
Yudas
Wahyu
Surat Paulus kepada Jemaat di Kolose adalah salah satu kitab dalam Alkitab. Kolose adalah sebuah kota di Asia Kecil, sebelah timur kota Efesus. Bukan Paulus yang mendirikan jemaat di Kolose ini, tetapi ketika ia mengutus pekerja-pekerja dari Efesus, ibukota sebuah provinsi Roma di Asia Kecil, ia merasa bertanggung jawab juga atas jemaat di Kolose itu. Paulus sudah menerima berita dari Epafras bahwa di dalam jemaat itu ada guru-guru yang mengajar ajaran-ajaran yang salah. Guru-guru itu berkeras bahwa untuk mengenal Tuhan dan diselamatkan dengan sempurna, orang harus menyembah "roh-roh yang menguasai dan memerintah semesta alam". Di samping itu, kata guru-guru itu, orang haruslah pula taat menjalankan peraturan-peraturan sunat, pantangan dan lain sebagainya.
Surat Paulus Kepada Jemaat di Kolose ini ditulis untuk mengemukakan ajaran Kristen yang benar dan menentang ajaran-ajaran salah yang diajarkan oleh guru-guru palsu itu. Inti sari surat ini ialah bahwa Yesus Kristus sanggup memberi keselamatan yang sempurna dan bahwa ajaran-ajaran yang lainnya itu hanya menjauhkan orang dari Kristus. Melalui Kristus, Tuhan menciptakan dunia ini, dan melalui Kristus pula Tuhan menyelamatkannya. Hanyalah melalui bersatu dengan Kristus, dunia mempunyai harapan untuk diselamatkan. Selanjutnya Paulus menguraikan hubungan antara ajaran yang agung itu dengan kehidupan orang Kristen.
Perlu dikemukakan di sini bahwa Tikhikus -- yang membawa surat ini ke Kolose untuk Paulus -- ditemani oleh Onesimus, hamba yang disuruh oleh Paulus untuk kembali kepada tuannya, yaitu Filemon, seorang anggota jemaat di Kolose.
Kitab Wahyu kepada Yohanes ini ditulis oleh Yohanes dari Patmos pada abad pertama Masehi di pulau Patmos. Pada masa itu umat Kristen disiksa dan dikejar-kejar karena kepercayaan mereka kepada Yesus Kristus sebagai Putra Tuhan.
Dengan menulis kitab ini sang penulis berharap ingin memberi semangat kepada para pembaca dan pendengarnya, dan juga untuk mendorong mereka supaya tetap percaya pada waktu disiksa dan dikejar-kejar.
Sebahagian besar kitab Wahyu terdiri atas beberapa rangkaian wahyu dan penglihatan yang oleh orang-orang Kristen zaman itu artinya mudah dimengerti. Akan tetapi ini sulit dimengerti di kemudian hari karena dikemukakan memakai simbolisme yang rumit.
Amanat yang dikemukakan dalam kitab ini diulang-ulangi dalam bermacam-macam cara melalui berbagai-bagai rangkaian penglihatan. Meskipun terdapat banyak perbedaan pendapat mengenai interpretasi yang terperinci tentang isi kitab ini, namun intisari pokok pikirannya jelas, yaitu bahwa melalui Yesus Kristus, Tuhan akhirnya akan mengalahkan semua musuh-Nya, termasuk Iblis. Dan apabila kemenangan itu sudah tercapai, Allah akan memberikan surga yang baru dan bumi yang baru sebagai hadiah kepada umat-Nya yang setia.
Beberapa aspek yang terkenal dari kitab ini adalah:
Kitab Yesaya ini disebut menurut nama seorang nabi besar yang hidup di Yerusalem dalam bagian kedua abad kedelapan s.M.. Nama Yesaya diambil dari bahasa Ibrani: ישׁעיהו Yeshayahu atau Yəša‘ăyāhû. Arti daripada nama ini adalah “Penyelamatan Yahwe”.
Nabi Yesaya, karya Michaelangelo
Seluruh kitab ini dapat dibagi dalam tiga bagian:
  1. Pasal 1--39 berasal dari zaman ketika Yehuda, kerajaan selatan, diancam oleh Asyur, negara tetangga yang sangat kuat. Yesaya menyadari bahwa yang sesungguhnya mengancam kehidupan Yehuda bukanlah kekuatan Asyur, tetapi dosa bangsa Yehuda sendiri, karena bangsa itu tidak taat dan kurang percaya kepada Tuhan. Baik dengan kata-kata, maupun dengan perbuatan, Nabi Yesaya mendorong rakyat serta para pemimpin mereka untuk hidup menurut kehendak Tuhan dan berlaku adil. Ia mengingatkan bahwa umat Tuhan akan celaka dan binasa kalau tidak mau mendengarkan Tuhan. Yesaya juga meramalkan perdamaian dunia dan kedatangan seorang keturunan Daud yang akan menjadi raja yang diidam-idamkan.
  2. Pasal 40--55 berasal dari masa pembuangan orang-orang Yehuda di Babel. Mereka dalam keadaan hancur tanpa harapan. Yesaya memberitakan bahwa tak lama lagi Tuhan membebaskan umat-Nya dan membawa mereka pulang ke Yerusalem, untuk memulai suatu hidup baru. Tema penting bagian ini ialah bahwa Tuhan itu Tuhan yang menguasai sejarah, dan bahwa Ia merencanakan untuk mengutus umat-Nya ke segala bangsa yang akan diberkati melalui Israel. Ayat-ayat tentang "Hamba Tuhan" merupakan salah satu bagian yang paling terkenal dari Perjanjian Lama.
  3. Pasal 56--66 sebagian besar ditujukan kepada bangsa yang sudah kembali di Yerusalem. Mereka perlu diyakinkan lagi bahwa Tuhan akan memenuhi janji-janji-Nya kepada bangsa itu. Perhatian khusus diberikan kepada cara hidup yang benar dan keadilan; juga kepada cara merayakan hari Sabat, mempersembahkan kurban dan doa. Ayat-ayat penting ialah 61:1-2 yang dipakai Yesus untuk menyatakan panggilan-Nya ketika Ia memulai tugas-Nya di dunia.
Kitab Yeremia ini disebut menurut nama nabi besar Yeremia (יִרְמְיָהוּ Yirməyāhū) hidup antara bagian terakhir abad ketujuh dan bagian pertama abad keenam s.M.. Nama ini berasal dari bahasa Ibrani: Yirmeyahu yang berarti Yahwe meningkatkan.
Lama sekali Yeremia bekerja sebagai nabi, dan selama waktu itu ia selalu memperingatkan umat Tuhan tentang bencana yang akan menimpa mereka karena mereka berdosa dan menyembah berhala. Nubuatan itu menjadi kenyataan pada masa Yeremia masih hidup: Nebukadnezar raja Babel merebut dan menghancurkan Yerusalem serta Bait Allah yang ada di situ; raja Yehuda bersama rakyatnya diangkut ke Babel. Yeremia juga menubuatkan bahwa orang-orang itu akan kembali dari pembuangan dan keadaan bangsa Israel pulih kembali.
Kitab Yeremia dapat dibagi dalam beberapa bagian seperti yang berikut ini:
  1. Pesan dari Tuhan kepada bangsa Yehuda dan penguasa-penguasanya pada masa pemerintahan Yosia, Yoyakim, Yoyakhin, dan Zedekia.
  2. Petikan-petikan dari buku catatan Barukh juru tulis Yeremia, termasuk berbagai nubuatan dan peristiwa penting dalam kehidupan Yeremia.
  3. Pesan dari Tuhan tentang berbagai bangsa asing.
  4. Catatan pelengkap mengenai kisah jatuhnya Yerusalem dan pembuangan ke Babel.
Nabi Yeremia adalah seorang yang berperasaan halus. Ia sangat cinta kepada bangsanya, dan sama sekali tidak suka menubuatkan hukuman ke atas mereka. Di dalam beberapa bagian dari bukunya ia berbicara dengan penuh perasaan tentang penderitaannya karena ia dipanggil oleh Tuhan untuk menjadi nabi. Perkataan Tuhan adalah seperti api di dalam hatinya; mau tidak mau ia harus menyampaikannya kepada bangsanya.
Yang paling indah dalam buku ini ialah kata-kata Tuhan yang menunjuk kepada suatu masa yang akan datang. Pada masa itu akan ada suatu ikatan janji yang baru dengan Tuhan. Umat Tuhan akan mentaati janji itu tanpa ada guru yang mengingatkan mereka. Sebab janji itu akan tertulis di dalam hati mereka (31:31-34).
Nama Yosua dalam Kitab Yosua diambil dari bahasa Ibrani: יהושׁע Yehoshua atau Yəhôšuª‘, yang artinya adalah “dengan pertolongan Yahweh. Selain nama nabi yang dikatakan menulis kitab dengan nama yang sama, nama ini juga nama Yesus dalam bahasa Aram.
Kitab Yosua adalah kitab keenam dalam Tanakh maupun Perjanjian Lama dari Alkitab. Kitab ini merupakan kitab pertama dari Kitab Nabi-nabi yang Terdahulu, yang berisi kisah bangsa Israel ketika mereka merebut negeri Kanaan di bawah pimpinan Yosua. Dialah yang menggantikan Musa memimpin umat Israel. Peristiwa-peristiwa penting yang dikisahkan di dalam buku ini ialah antara lain: penyeberangan Sungai Yordan, jatuhnya Yerikho, pertempuran di Ai, dan pengukuhan kembali perjanjian antara Tuhan dengan umat-Nya.
Salah satu petikan terkenal dari buku ini ialah berasal dari Yosua 24:15:
"Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; ... Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!"
Kitab Amsal dalam bahasa Ibrani disebut Mishlei yang bisa diterjemahkan dengan alegori. "Mishlei" adalah singkatan dari "Míshlê Shelomoh" (Petuah Salomo), dalam versi versi Vulgata disebut "Liber Proverbiorum".
Mishlei adalah bentuk jamak dari kata Mashal yang merupakan bentuk tunggal. Kata Indonesia Amsal berdasarkan kata Ibrani ini.
Kitab ini berisikan petuah-petuah moralistis dan falsafi dalam bentuk syair.
Beberapa contoh amsal:
  • Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak; biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen. (6:6-8)
  • Perempuan yang bijak mendirikan rumahnya, tetapi yang bodoh meruntuhkannya dengan tangannya sendiri. (14:1)
  • Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut. (16:25)
Biasanya kitab ini dibagi menjadi beberapa bagian:
  1. Bab 1 - 9, di mana kebijaksanaan dianggap sebagai sesuatu hal yang tertinggi.
  2. Bab 10 – 29, Petuah-petuah Salomo.
Lalu diikuti dengan beberapa tambahan:
  1. “Kata-kata Agur" (Bab 30),
  2. “Kata-kata Lemuel” (Bab 31).
Tidak diketahui, siapakah Agur dan Lemuel ini.
Pujian kepada istri yang berbudi (Bab 31:10-31)
Untuk kitab dalam Alkitab yang disebut Mazmur, lihat pula Kitab Mazmur
Mazmur adalah sejenis puji-pujian. Dari bahasa Yunani psalmos berasal dari kata psallô (memainkan musik, memetik dengan jari) dan dalam bahasa Inggris menjadi psalms. Mazmur adalah iring-iringan musik yang menyertai nyanyian, syair yang dinyanyikan dan biasanya diiringi dengan musik.
Mazmur juga dapat berarti kidung / lagu - dari bahasa Yunani ôdê berasal dari kata kerja adô (bernyanyi, bersenandung), namun kidung dapat disertai dengan musik ataupun tidak.
Terakhir, Mazmur berarti nyanyian / himne - dari bahasa Yunani humnos berasal dari kata hudeô (merayakan/perayaan, memperingati/peringatan) dan berarti kidung puji-pujian yang dipersembahkan kepada Allah, dewa, pahlawan, atau orang-orang besar.
Ketiga kata ini sangat memungkinkan untuk dipergunakan pada satu kesempatan secara bersama-sama.
Raja Israel yang terkenal menggubah banyak Mazmur adalah Daud, dan gubahan-gubahannyanya yang menceritakan puji-pujiannya, keluh-kesahnya, dan suka-dukanya, bersama-sama dengan beberapa gubahan pengarang yang lain, dibukukan dalam kitab Mazmur.
Kitab Mazmur memiliki 150 syair mazmur yang kebanyakan ditulis oleh Daud, Asaf, serta beberapa orang lainnya. Alat musik yang digunakan beragam, mulai dari kecapi, gambus, rebana, dan alat musik Israel yang lain. Melodi aslinya sudah tidak dapat diketahui lagi sehingga banyak orang yang menggubah melodi yang modern untuk syair-syair dalam kitab Mazmur. Sebagai contoh, gereja Anglikan Inggris memiliki melodi yang lengkap untuk ke-150 syair dalam kitab Mazmur. Karena setiap bahasa memiliki terjemahan yang berbeda-beda atas kitab Mazmur, maka setiap bahasa rata-rata juga memiliki melodi yang berbeda-beda untuk mazmur-mazmur tersebut.

Penglihatan-penglihatan apokaliptik dalam Daniel

Bagian yang kedua, enam pasal sisanya, berisi tentang penglihatan-penglihatan, sebuah contoh awal dari sastra apokaliptik. Di sini si penulis, yang kini berbicara sebagai orang pertama, mengungkapkan sebuah penglihatan yang hanya diberikan kepadanya saja. Latar belakang historis dari pasal pertamanya tidak muncul, kecuali dalam bentuknya yang sangat singkat, yang terdiri dari tanggal-tanggal regnal dates. Bagian ini pun terdiri dari dari dua bahasa, sebagian (hingga 7:28) ditulis dalam bahasa Aram, sisanya (pasal 8-12) dalam bahasa Ibrani. Bagian apokaliptik dari Daniel terdiri dari tiga penglihatan dan sebuah komunikasi kenabian yang panjang, yang terutama berkaitan dengan masa depan Israel:
  1. Penglihatan pada tahun pertama Belsyazar Raja Babel (7:1) mengenai empat binatang buas yang besar (7:3) mewakili empat raja (7:17) dan empat kerajaan (7:23) yang akan datang, dan yang keempat akan menelan seluruh bumi, menginjak-injak, dan menghancurkannya (7:23); kerajaan keempat ini menghasilkan sepuluh orang raja, dan kemudian, orang kesebelas yang khusus, muncul dari kerajaan keempat yang menaklukkan tiga dari sepuluh raja (7:24), berbicara melawan Yang Maha Tinggi dan orang-orang kudus dari Yang Maha Tinggi, dan bermaksud mengubah masa dan hokum (7:25); setelah suatu masa dan satu setengah masa (tiga setengah tahun), orang ini dihakimi dan wilayahnya pun diambil daripadanya (7:26). Lalu kerajaan itu dan wilayahnya dan kebesaran kerajaan-kerajaan di bawah seluruh langit itu diserahkan kepada orang-orang kudus dari Yang Maha Tinggi (7:27)
  2. Penglihatan dalam tahun ketiga Belsyazar mengenai seekor domba jantan dan seekor kambing jantan (8:1-27); Daniel menafsirkan kambing itu sebagai "kerajaan Yawan" artinya, kerajaan Yunani (8:21)
  3. Penglihatan pada tahun pertama dari Darius anak Ahasyweros (9:1) mengenai tujuh puluh minggu, atau tujuh puluh kali "tujuh", yang dibagi ke dalam sejarah bangsa Israel dan Yerusalem (9:24)
  4. Sebuah penglihatan yang panjang dalam tahun ketiga dari Koresy raja dari Persia (10:1 - 12:13)
Penglihatan-penglihatan kenabian dan eskatologis Daniel, dengan penglihatan-penglihatan Yehezkiel dan Yesaya, adalah ilham kitab suci bagi banyak ideologi dan simbolisme apokaliptik dari Naskah Laut Mati komunitas Qumran dan sastra awal kekristenan. "Hubungan Daniel yang jelas dengan pemberontakan Makabe di Palestina tidak disangsikan merupakan salah satu alasan mengapa para prabi, setelah pemberontakan melawan Roma, menurunkannya dari posisinya di antara 'Nabi-nabi'" (Eisenman 1997, hlm. 19f).
Dalam Daniel terdapat rujukan-rujukan pertama kepada "kerajaan Allah", dan rujukan yang paling jelas terhadap kebangkitan orang mati di dalam Tanakh.

Teks Sepuluh Perintah Allah

Sepuluh Perintah Tuhan ini terdapat juga di dalam Kitab Ulangan 5:6-21. Versi Ulangan mengandung sedikit perbedaan dibandingkan dengan versi Keluaran. Dalam Kitab Keluaran dikatakan bahwa perintah untuk merayakan hari Sabat didasarkan pada irama kerja TUHAN Allah sendiri. TUHAN Allah sendiri bekerja selama enam hari dalam menciptakan langit, bumi dan segala isinya, dan pada hari yang ketujuh TUHAN berhenti bekerja dan memberkati hari itu (Keluaran 20:10-11). Sementara itu dalam Kitab Ulangan, hari Sabat harus dirayakan untuk memberikan kesempatan beristirahat kepada setiap hewan yang ada karena bangsa Israel sendiri pun dulunya adalah bangsa budak yang kemudian diberikan kebebasan oleh Allah. Karena itu, sekarang Israel pun dilarang memperbudak orang lain, dan makhluk lainnya (Ulangan 5:14-15).
Berikut isi kesepuluh perintah tersebut:
  • 20:1Lalu Allah mengucapkan segala firman ini:
  • 20:2"Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan. Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.
  • 20:3Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
  • 20:4Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,
  • 20:5tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.
  • 20:6Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.
  • 20:7Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:
  • 20:8enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,
  • 20:9tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.
  • 20:10Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.
  • 20:11Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.
  • 20:12Jangan membunuh. Jangan berzinah. Jangan mencuri. Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.
  • 20:13Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu."
Powered By Blogger