Amazon MP3 Clips

Kata-kata Motivasi Sembilan Puluh persen dari semua orang yang gagal sebenarnya tidak kalah...mereka hanya menyerah
- Paul J Meyer -

Sungguh Nyata

PENGAKUAN IMAN RASULI
1. Aku percaya kepada Allah Bapa yang Mahakuasa, khalik langit dan
bumi.
2. Dan kepada Yesus Kristus AnakNya Yang Tunggal, Tuhan Kita.
3. Yang dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria.
4. Yang menderita sengsara dibawah pemerintahan Pontius Pilatus,
disalibkan mati dan dikuburkan turun ke dalam kerajaan maut.
5. Pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati.
6. Naik ke surga, duduk disebelah kanan Allah, Bapa yang Mahakuasa.
7. Dan dari sana Ia akan datang untuk menghakimi orang yang hidup
dan yang mati.
8. Aku percaya kepada Roh Kudus.
9. Gereja yang Kudus dan Am, persekutuan Orang Kudus
10. Pengampunan Dosa.
11. Kebangkitan Tubuh.
12. dan Hidup Yang Kekal.
AMIN.

Kamis, 03 Juni 2010

Kuasa Di Balik Pujian (Mazmur 22:4)

Mazmur 22:4,   Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel.

Belum semua orang kristen memahami kuasa di balik  pujian dan penyembahan. Padahal ayat di atas telah menga-takan bahwa Tuhan duduk bersemayam di atas puji-pujian umat-Nya. Mereka beranggapan bahwa pujian kepada Tuhan itu tak ubahnya seperti orang menyanyikan lagu-lagu sekuler pada umumnya. Padahal menyanyikan pujian kepada Tuhan sangat berbeda dengan menyanyikan nyanyian biasa. Karena nyanyian biasa paling-paling hanya bisa “menembus” kebutuhan jiwani (beberapa lagu-lagu sekuler bisa sebatas mendatangkan perasaan senang). Sementara pujian kepada Allah akan mampu membawa kita kepada dimensi yang lain itulah dimensi roh.
Kehidupan manusia tidak hanya bisa “terpuaskan” dengan pemenuhan kebutuhan fisik dan jiwani saja. Manusia juga membutuhkan pemenuhan kebutuhan rohani.
Ketika umat Tuhan memuji Dia lewat pujian penyembahan, firman Tuhan berkata bahwa pada saat yang sama Tuhan akan bertahta di atas pujian penyembahan umat-Nya. Kehadiran Tuhan itu pasti membawa suatu dampak yang luar biasa. Coba kembali renungkan peristiwa sekitar  2000  tahun  yang  silam saat  dimana Tuhan Yesus berada dimanapun selalu ditandai dengan penyataan mujizat dan berbagai perbuatan-perbuatan ajaib Allah yang mentakjubkan.
Banyak orang sakit dan cacat (buta,  kusta, timpang sejak lahir, kerasukan setan, dan lain sebagainya) mengalami kesembuhan dan mujizat pemulihan di saat berjumpa dengan Tuhan Yesus. Sayangnya masih ada sebagian orang kristen yang beranggapan bahwa ini semua peristiwa “masa lampau”. Padahal perjumpaan dengan Tuhan masih bisa dialami di zaman ini. Dan salah satunya adalah lewat pujian dan penyembahan.
Ketika umat Tuhan menyembah Dia maka ada kuasa Allah yang dilepaskan dari Sorga. Beberapa di antaranya adalah:
1. Kuasa Gelap Dilumpuhkan
Mazmur 149:6-9, Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka, dan pedang bermata dua di tangan mereka, untuk melakukan pembalasan terhadap bangsa-bangsa, penyiksaan-penyiksaan terhadap suku-suku bangsa,  untuk membelenggu raja-raja mereka dengan rantai, dan orang-orang mereka yang mulia dengan tali-tali besi, untuk melaksanakan terhadap mereka hukuman seperti yang tertulis. Itulah semarak bagi semua orang yang dikasihi-Nya. Haleluya!
Di saat umat Allah memuji dan menyembah Allah dengan benar, firman Tuhan berkata bahwa pada saat yang sama pula kita sedang membelenggu dan melum-puhkan kuasa-kuasa kegelapan. Suku-suku bangsa yang dimaksud dalam ayat di atas bu-kanlah manusia biasa. Tetapi mereka adalah penghulu kerajaan kegelapan, itulah Iblis dan pesuruh-pesuruhnya. Karena untuk menghadapi mereka tidak dibutuhkan senja-ta-senjata secara fisik tetapi kuasa Allah.
2 Korintus 10:4, Karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperleng-
kapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.
Dan salah satunya adalah lewat pujian dan penyembahan. Ketika umat Allah memuji dan menyembah Allah dalam roh dan kebenaran, maka benteng-benteng musuh-musuh rohani di runtuhkan.
1 Samuel 16:23, Dan setiap kali apabila roh yang dari pada Allah itu hinggap pada Saul, maka Daud mengambil kecapi dan me-mainkannya; Saul merasa lega dan nyaman, dan roh yang jahat itu undur dari padanya.
Setiap kali Daud memainkan kecapinya dalam pujian dan penyembahan, maka roh jahat yang “biasa” menguasai Saul dihalau keluar dari padanya. Hal yang serupa pernah dialami oleh seorang anak Tuhan yang di saat memuji dan menyembah Allah dengan perma-inan gitarnya yang tidak terlalu profesional, namun tujuh orang pemuda dibebaskan dari  kuasa gelap yang mencengkeram  hidupnya.
Bisa dibayangkan bagaimana indahnya kehidupan (pribadi maupun keluarga) apabila kita hidup dalam suasana pujian dan penyembahan setiap hari. Yang pasti area kita akan “steril” dari pengaruh kuasa kegelapan.

2. Menerima Inspirasi Allah
2 Raja-Raja 3:15-19, Maka sekarang, jemputlah bagiku seorang pemetik kecapi.” Pada waktu pemetik kecapi itu bermain kecapi, maka kekuasaan TUHAN meliputi dia.  Kemudian berkatalah ia: “Beginilah firman TUHAN: Biarlah di lembah ini dibuat parit-parit, sebab beginilah firman TUHAN: Kamu tidak akan mendapat angin dan hujan, namun lembah ini akan penuh dengan air, sehingga kamu serta ternak sembelihan dan hewan pengangkut dapat minum. Dan itu pun adalah perkara ringan di mata TUHAN; juga orang Moab akan diserahkan-Nya ke dalam tanganmu. Kamu akan memusnahkan segala kota yang berkubu dan segala kota pilihan; kamu akan menumbangkan segala
pohon yang baik; kamu akan menutup segala mata air dan kamu akan merusakkan segala ladang yang baik dengan batu-batu.”
Di tengah-tengah menghadapi situasi kekurangan air dan kepungan musuh-musuh yang hebat, Yosafat meminta sekutunya raja Israel untuk mencari nabi Tuhan. Ketika mereka berjumpa dengan Elisa, nabi Tuhan pada waktu itu, mereka diperintahkan untuk mencari pemaian kecapi. Tujuannya? Untuk mempersembahkan pujian dan penyembahan kepada Tuhan. Dan heran, ketika pemain keca-pi ini memainkan musik pujian dan penyem-bahan kepada Tuhan, inpirasi turun ke atas nabi Tuhan. Lewat inspirasi yang turun ini, mereka mendapat pentunjuk dalam mengatasi situasi sukar yang sedang mereka hadapi.
2 Raja-Raja 3:18, Dan itu pun adalah per-kara ringan di mata TUHAN; juga orang Moab akan diserahkan-Nya ke dalam tanganmu.
Bagi Tuhan tidak ada satupun perkara sukar yang tidak bisa dipecahkannya dengan mudah. Semua perkara mudah bagi Allah. Betapa indahnya hidup yang mengandalkan kemampu-an Allah yang ekstra ordinari ini. Karena itu jadikan peujian dan penyembahan sebagai gaya hidup sehari-hari. Orang yang hidup dengan gaya hidup seperti ini tidak akan kekurangan hikmat Allah dalam kehidupan sehari-hari. Ingatlah hikmat Allah turun atas Salomo sete-lah ia mempersembahkan korban bakaran kepada-Nya 1 Raj. 3:4-5, 12.
Pujian dan penyembahan adalah sebuah persembahan yang sangat memperkenankan hati Tuhan. Ketika umat Tuhan mempersem-bahkan pujian dan penyembahan, maka hikmat Allah akan turun dengan limpahnya atas kita.

3. Allah Berperang Ganti Kita
2 Tawarikh 20:21-22, Setelah ia berunding dengan rakyat, ia mengangkat orang-orang yang akan menyanyi nyanyian untuk TUHAN dan memuji TUHAN dalam pakaian kudus yang semarak pada waktu me-
reka keluar di muka orang-orang bersenjata, sambil berkata: "Nyanyikanlah nyanyian syukur bagi TUHAN, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!" Ketika mereka mulai bersorak-sorai dan menyanyikan nyanyian pujian, dibuat TUHANlah penghadangan terhadap bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir, yang hendak menyerang Yehuda, sehingga mereka terpukul kalah.
Dua ayat di atas jelas mengatakan ketika umat Tuhan menaikkan pujian dan penyem-bahan maka Tuhan mengadakan pengha-dangan terhadap musuh-musuh umat-Nya. Dengan kata lain, ketika memuji dan menyembah Allah, maka Ia siap berperang ganti kita. Cara Tuhan berperang jelas berbe-da dengan cara kita. Cara Tuhan berperang itu begitu efektif dan meraih hasil yang besar. Musuh-musuh yang ditakuti oleh Yosafat dan raja Israel dikalahkan dengan mudah tanpa keterlibatan Yosafat dan “seku-tunya”. Mengapa Tuhan senang kita mena-ikkan pujian dan penyembahan dikala kita sedang menghadapi situasi yang sulit?. Jawabannya sederhana, supaya kita tidak terjebak dengan persungutan 1 Kor. 10:10 atau perkataan-perkataan negatif lainnya.
Ayub 34:36, Ah, kiranya Ayub diuji terus-menerus, karena ia menjawab seperti orang-orang jahat!.
Lamanya ujian yang dihadapi oleh Ayub amat ditentukan oleh sikap dan perkataan-nya. Tidak disangkali tidaklah mudah menghadapi situasi sukar yang dialami oleh Ayub (bayangkan dalam satu hari, ia bukan hanya kehilangan harta bendanya, tetapi juga disertai kematian sepuluh anak kesa-yangannya, masih ditambah lagi penyakit kulit yang ia alami secara mendadak, ditinggalkan oleh istrinya, semua dalam waktu yang hampir bersamaan. Namun per-hatikan selama ia belum bersikap dan berkata dengan benar, maka ia belum lulus dalam ujiannya. Berarti, ia masih akan terus “Berputar-putar” dalam ujian sama yang amat ia tidak sukai. Kenali prinsip ini, supaya di saat berhadapan dengan ujian atau berbagai kesukaran lainnya, kita tidak bersikap dan berkata yang kontraproduk-tif. Firman Tuhan mengajarkan naikkan pujian dan penyembahan di tengah-tengah situasi sulit apapun. Hasilnya justru akan membuat kita terkagum-kagum.

4. Menarik Jiwa-Jiwa Datang Kepada Dia
Mazmur 40:4, Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita. Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada TUHAN.
Satu lagi dampak dasyat dari pujian dan penyembahan yang tidak kalah pentingnya, ketika kita memiliki gaya hidup memuji dan menyembah Allah, maka kuasa Tuhan akan nyata dalam menarik orang datang kepada-Nya lewat kehidupan kita Yoh. 12:32 (Dan Aku, apabila Aku ditinggi-kan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku). Tidak satupun orang bisa datang dekat kepada Bapa jika bukan Roh Allah yang menariknya. Jangan pernah mencoba “menobatkan”/mengubah orang dengan kekuatan manusia kita. Perubahan hanya bisa dikerjakan oleh Tuhan. Kuasa Allah akan menarik orang datang kepada-Nya melalui kehidupan yang memberikan pujian dan penyembahan kepada Tuhan. Ini berarti orang yang hidup dalam pujian dan penyembahan akan berbuah-buah secara rohani.

DUA MACAM NYANYIAN (Why. 15:3)
Alkitab berkata ada dua macam nyanyian sehubungan dengan persoalan yang dihadapi dalam hidup sehari-hari.
1. Nyanyian Musa
Inilah nyanyian sukacita karena telah mengalami kemenangan atas segala persoalan yang dihadapi selama ini.
Ketika umat Israel “berhasil” keluar dari segala kesukaran Mesir, mereka menyanyi dan menari karena sukacita Kel. 15:1. Inilah nyanyian baru yang Tuhan berikan kepada setiap umat-Nya yang keluar sebagai pemenang!
2. Nyanyian Anak Domba
Inilah nyanyian di tengah-tengah menghadapi ujian, pen-cobaan  dan kesukaran dalam hidup. Meskipun belum meli-hat “jalan keluar” tetapi tetap bisa bersyukur karena iman!

IMAN DAN PERCAYA

Kata "iman" dan  kata kerjanya "percaya" sering muncul dalam Al­kitab, dan memang merupakan istilah penting yang meng­gam­bar­kan hubungan antara umat  atau  seseorang  dengan Allah. Di bawah ini akan ditin­jau secara singkat  makna istilah itu dalam Alkitab, khususnya dalam Perjanjian Baru. Kata "iman" yang dipakai dalam Perjanjian Baru me­ru­pakan terjemahan dari kata Yunani πίστις (pistis), sedangkan kata kerja­nya "percaya" adalah terjemahan dari kata πιστεύω (pisteuoo).  Kata-kata ini sudah dipakai dalam Septuaginta, Alkitab Ibrani (Perjanjian Lama) dalam bahasa Yunani, sebagai terjemahan kata Ibrani ¤m' (aman), yang berarti keadaan yang benar dan dapat dipercayai/diandalkan. Kata ini dan kata-kata sekelompoknya dalam Alkitab Ibrani sering digunakan untuk me­nyatakan rasa percaya kepada Allah dan percaya kepada firman-Nya. Per­caya kepada Allah mencakup arti percaya bahwa Ia benar dan dapat diandalkan, mempercayakan diri kepada-Nya, dan taat serta setia kepa­da-Nya. Percaya pada firman-Nya berarti percaya dan menerima  apa yang sudah difirmankan-Nya itu. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa istilah iman dan percaya dalam Alkitab sering mengandung komponen-komponen makna sebagai berikut:
  1. percaya dan menerima bahwa sesuatu itu benar,
  2. mengandalkan/mempercayakan diri
  3. setia, dan
  4. taat. 
Kata Yunani pistis sering mempunyai komponen-komponen makna seperti tersebut di atas, baik dalam Septuaginta maupun dalam Perjanjian Baru. Dalam konteks tertentu hanya satu atau dua komponen makna yang difokuskan, dan komponen lainnya tidak ditekankan, atau malahan tidak berlaku.
Dalam Perjanjian Baru, "iman" terutama ditujukan kepada Yesus, yaitu percaya kepada-Nya dan perkataan-Nya, bahwa Dia adalah Tuhan dan Juruselamat, dan mempercayakan diri kepada-Nya, serta juga percaya dan menerima kebenaran Injil. Berikut ini kita akan memeriksa arti  pistis dan pisteuoo dalam terjemahan Perjanjian Baru bahasa Indonesia versi Terjemahan Baru (TB):
Matius 9:22           "Imanmu telah menyelamatkan engkau!" 
Iman di sini berarti percaya kepada perkataan Yesus dan mem­percayakan diri kepada-Nya. Bandingkan terjemahan dalam Alki­tab Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS): "Karena engkau percaya kepada-Ku, engkau sembuh!"         
Markus 1:15          "Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!"
Kata percaya di sini menekankan komponen makna pertama, yak­ni bahwa Injil itu benar dan dapat dipercaya, sehingga dapat juga diterjemahkan, "Percayalah dan terimalah Injil!"
Galatia 2:16            Kami pun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan karena iman dalam Kristus.
Dalam ayat ini "percaya" dan "iman", kedua-duanya memiliki se­lu­ruh komponen maknanya. "Iman dalam Kristus" berarti percaya bahwa Injil tentang Yesus itu benar, dan mempercayakan diri kepada Yesus dengan komitmen akan setia dan taat kepada-Nya.
Roma 10:9              Sebab jika engkau mengaku dengan mulutmu bahwa
Yesus adalah Tuhan, dan percaya dengan hatimu
bahwa Allah telah membangkitkan Dia…
"Percaya" di sini adalah percaya akan berita tentang kebangkitan-Nya, dan menerimanya dengan segala konsekuensinya. Kata paralel "meng­aku menunjukkan bahwa percaya itu bermuara dalam per­bu­atan pengakuan. Ungkapan "percaya dalam hati" menandakan  bah­wa percaya itu harus kuat dan teguh.
Yohanes 2:24        Tetapi Yesus sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka.
TB menekankan komponen makna yang kedua dalam konteks ini, yakni  komponen "mempercayakan diri." Begitu juga BIS menerje­mah­kannya:  "Tetapi Yesus sendiri tidak percaya mereka."
Selain arti yang pokok seperti diuraikan dengan beberapa contoh di atas, "iman" dalam PB menurut konteksnya kadang-kadang mempu­nyai arti yang berbeda, yaitu:
  1. kemampuan atau sifat baik orang Kristen, atau
  2. agama Kristen, atau juga
  3. ajaran atau doktrin Kristen.
Umpamanya:
Roma 12:6              "Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita                                 melakukannya sesuai dengan iman kita."
Kata "iman" di sini menunjukkan sifat atau kesanggupan, sehing­ga BIS menerjemahkannya, "Orang yang mempunyai karunia untuk mengabarkan berita dari Allah, harus mengabarkan berita dari Allah itu menurut kemampuan yang ada padanya."
Efesus 4:5              Satu Tuhan, satu iman, satu baptisan.
Kata "iman" di sini dapat diartikan sebagai agama, yakni agama Kristen. 
Yudas 3                  "Kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman                                 yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus."
"Kasihilah musuhmu"
(1Raj 21:17-29: Mat 5:43-48)
.
"Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang
menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang
di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik
dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. Apabila
kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut
cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada
saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain?
Bukankah orang yang tidak mengenal Tuhan pun berbuat demikian? Karena itu
haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."
(Mat 5:43-48), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan
sederhana sebagai berikut:
· Berbagai perbedaan pendapat, pikiran, cita-cita, harapan, visi-misi, SARA,
dst. sering menimbulkan kebencian, permusuhan dan balas dendam, sebagaimana
banyak terjadi pada akhir-akhir ini, antara lain kasus Monas, 1 Juni 2008
(FPI) yang diikuti oleh ancaman balas dendam dari anggota kelompok yang telah
tersakiti. Tenaga, perhatian dan dana akhirnya tercurah untuk mendamaikan,
dengan kata lain kiranya terjadi pemborosan tenaga, perhatian dan dana dalam
aneka bentuk kebencian, permusuhan dan balas dendam. Maka marilah kita hayati
dan sebarluaskan sabda Yesus hari ini: "Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi
mereka yang menganiaya kamu". Musuh atau yang menganiaya kita dapat berupa
manusia, suasana, tugas pekerjaan, makanan dan minuman maupun harta benda,
artinya siapa atau apa saja yang 'kurang berkenan di hati kita' atau tidak
sesuai dengan selera pribadi kita. Kasihilah berarti kerjakanlah, makan dan
minumlah, dst.. Secara khusus saya angkat di sini masalah 'makanan dan
minuman': hendaknya makan dan minum tidak mengikuti selera pribadi melainkan
sesuai dengan norma kesehatan 'empat sehat lima sempurna' jangan mengikuti
norma enak dan tidak enak, melainkan sehat atau tidak sehat, dan tentu saja
pilihlah yang membuat kita sehat. Enak dan tidak enak atau nikmat dan tidak
nikmat dalam hal makan dan minum hanya sekejap saja di lidah/mulut, maka
meskipun tidak enak dan tidak nikmat tetapi sehat hendaknya 'disantap' saja,
kalau perlu langsung ditelan dan tak usah dikunyah; ingatlah Tuhan telah
menganugerahkan 'mesin giling' luar biasa dalam usus kita. Perihal berdoa bagi
yang menganiaya kiranya lebih terarah pada sesama manusia, maka jika ada rekan
atau sesama yang kurang berkenan di hati atau bahkan menyakiti kita, dan dengan
demikian kita malas atau enggan bertemu dengannya, marilah kita doakan, sebagai
Yesus berdoa bagi mereka yang menyalibkanNya ketika Ia tergantung di kayu
salib: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka
perbuat."(Luk 23:34)

· "Sudahkah kaulihat, bahwa Ahab merendahkan diri di hadapan-Ku? Oleh karena
ia telah merendahkan diri di hadapan-Ku, maka Aku tidak akan mendatangkan
malapetaka dalam zamannya; barulah dalam zaman anaknya Aku akan mendatangkan
malapetaka atas keluarganya."(1Raj 21:29), demikian firman Tuhan kepada Elia.
Merendahkan diri di hadapan Tuhan berarti menempatkan diri sebagai ciptaanNya
dan sepenuhnya mengandal kan atau mempersembahkan diri kepadaNya dengan rendah
hati. Aneka macam bentuk malapetaka di dunia ini kiranya terjadi karena
kesombongan manusia, yang disertai dengan keserakahan dan kebohongan. Maka jika
kita mendambakan atau mengharapkan tiada malapetaka, marilah kita saling rendah
hati satu sama lain dan sepenuhnya mempersembahkan diri kepada Tuhan. Rendah
hati kiranya juga merupakan buah dan jiwa dari sikap 'mengasihi musuh maupun
berdoa bagi yang menganiaya' kita Rendah hati juga berarti senantiasa siap
sedia hati rela berkorban serta berjiwa besar untuk 'dikasihi'
(dipuji,.ditegor, dikritik, dinasihati, dilecehkan, diperintah, di.dst). Dengan
demikian hendaknya aneka macam bentuk perlakuan orang lain terhadap kita,
termasuk yang menyakiti, menganiaya dan memusuhi kita hendaknya dihayati
sebagai bentuk kasih orang lain terhadap kita dan kepada mereka kita ucapkan
'terima kasih'. Ingat dan sadari bahwa untuk 'menyakiti atau menganiaya' kita
dalam bentuk apapun kiranya orang yang bersangkutan telah mempersiapkan diri
begitu lama, artinya begitu lama mencurahkan perhatian kepada kita, yang
berarti mengasihi dan memperhatikan kita. Sikap 'berterima kasih' terhadap
aneka macam sapaan, sentuhan, perlakuan orang lain terhadap kita hemat saya
juga merupakan salah satu perwujudan atau pengahayatan perintah Yesus
:"Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu"

"Kasihanilah aku, ya Tuhan, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku
menurut rahmat-Mu yang besar! Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan
tahirkanlah aku dari dosaku! Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku,"(Mzm
51:3-5a)

Minggu, 14 Februari 2010

Puasa Kristen
Ten Healing Testimonies Penyembuhan sepuluh Kesaksian
During a fast there may be some question of what caused the healing. Selama cepat mungkin ada beberapa pertanyaan tentang apa yang menyebabkan penyembuhan. Was it the natural outcome of flooding each cell with nutrient-rich juices while at the same time, the body given the opportunity to detoxify and cannibalize on unhealthy tissue? Apakah hasil alam banjir setiap sel dengan jus kaya nutrisi, sementara pada saat yang sama, tubuh diberi kesempatan untuk detoksifikasi dan mencopoti pada jaringan yang tidak sehat? Or was it a direct act of God? Atau apakah tindakan langsung Tuhan? I think the answer is a simple one. Saya kira jawabannya adalah sederhana. Whether the miracle of fasting or divine intervention, all healing comes from the Healer. Apakah keajaiban puasa atau campur tangan ilahi, semua penyembuhan berasal dari Penyembuh. His timing is perfect, and He is in control of all things. Waktu-Nya sempurna, dan Dia mengendalikan segala sesuatu.  Think of fasting as raised hands toward heaven, opening flesh and spirit to the healing power of the Holy Spirit. Pikirkan puasa sebagai mengangkat tangan ke arah langit, membuka daging dan semangat kuasa penyembuhan dari Roh Kudus.

Diabetes Dramatically Improved Peningkatan dramatis diabetes
by oleh
Jim and Nareece Jim dan Nareece

“After seeing the doctor on my 3 month checkup, he was amazed. "Setelah melihat dokter pada saya 3 bulan pemeriksaan, ia kagum. My blood pressure went from 170 over 80, to 90 over 60. Tekanan darah saya pergi dari 170 lebih dari 80, sampai 90 lebih dari 60. Cholesterol went from 177 to 111. Kolesterol pergi 177-111. Also my doctor knocked my daily insulin shots in half.” Dokter saya juga mengetuk harian saya suntikan insulin dua. "
A very good friend of mine turned me onto to the Freedomyou site after I witnessed positive results from his fast. Seorang teman yang sangat baik saya menoleh saya ke ke situs Freedomyou setelah saya menyaksikan hasil-hasil positif dari puasa. It was very convincing. Itu sangat meyakinkan. My wife and I started a fast with fantastic results. Saya dan istri saya memulai cepat dengan hasil yang fantastis. You see we have tried many diets but always failed because we cheated and went back to our old ways. Anda lihat, kami telah mencoba berbagai diet tapi selalu gagal karena kita curang dan kembali ke cara lama kita. Since I am also a diabetic I found it extremely tough to lose weight, not to mention all the new medications I am now taking. Karena saya juga diabetes saya merasa sangat sulit untuk menurunkan berat badan, belum lagi semua obat-obatan baru saya sekarang mengambil. Nothing worked and it really felt like my life was slipping away. Tidak ada yang bekerja dan itu benar-benar merasa seperti hidup saya menjauh. I had water on my ankles and legs for so long that it was difficult to exercise or walk at all.  I had to do something because I was losing the battle. Aku punya air di pergelangan kaki dan kaki begitu lama, sehingga sulit untuk menjalankan atau berjalan sama sekali. Aku harus melakukan sesuatu karena aku kalah dalam pertempuran. (Taking insulin shots four times a day was not allowing me to lose any weight) (Mengambil suntikan insulin empat kali sehari itu tidak mengizinkan saya untuk kehilangan berat badan)
After the first two weeks of the fast my wife looked at my legs and ankles and said you look like you have bird legs. Setelah dua minggu pertama puasa istri saya menatap kaki dan pergelangan kaki saya dan berkata kau tampak seperti Anda memiliki kaki burung. It has now been two months and I have shed 25 pounds and my wife lost 21 pounds. Itu sekarang sudah dua bulan dan aku telah menumpahkan £ 25 dan istri saya kehilangan £ 21. Plus after seeing my doctor on my 3 month checkup he was amazed. Ditambah setelah melihat dokter pada pemeriksaan 3 bulan dia kagum. My blood pressure went from 170 over 80 to 90 over 60. Tekanan darah saya pergi dari 170 lebih dari 80-90 lebih dari 60. Cholesterol went from 177 to 111. Kolesterol pergi 177-111. Many people where I work have noticed the difference with me and are starting to use your web site. Banyak orang di mana saya bekerja telah memperhatikan perbedaan dengan saya dan mulai menggunakan situs web Anda. Also my doctor knocked my daily insulin shots in half. Dokter saya juga mengetuk suntikan insulin harian saya setengah. I am attaching the recipes I used. Saya melampirkan resep yang saya pakai.
Breakfast Sarapan
4 carrots 4 wortel
4 radishes 4 lobak
¼ yam ¼ yam
2 celery stalks 2 batang seledri
4 small tomatoes (Roma) 4 tomat kecil (Roma)
5-6 Broccoli flowers (use fresh or package) Brokoli 5-6 bunga (gunakan segar atau paket)
Small slice of onion (purple for taste) Potongan kecil bawang (ungu untuk rasa)
1 garlic clove (optional) 1 siung bawang putih (opsional)
¼ piece of a fresh jalapeno (optional) ¼ potong jalapeno segar (opsional)
1 whole red bell pepper (or use ½ red ½ green pepper) Keseluruhan 1 paprika merah (atau gunakan ½ merah ½ paprika hijau)
Lemon Pepper and a little salt for taste Lemon Pepper dan sedikit garam untuk rasa
Dinner Drink Dinner Drink
¼ Cantaloupe ¼ Blewah
1 pear 1 pir
3 apples (large or 4 small ones) 3 apel (besar atau 4 kecil)
4-5 carrots 4-5 wortel
¼ yam (optional, use for carb. only) ¼ ubi (opsional, digunakan untuk karbohidrat. Only)
1 orange (Freshly squeezed only) 1 jeruk (segar diperas hanya)
Sprinkle cinnamon and mix Taburkan kayu manis dan campuran
D rink as much as you want. D arena sebanyak yang Anda inginkan. Eat a regular meal a day, lunch or dinner or it could even be breakfast. Makan makanan biasa sehari, makan siang atau makan malam atau bahkan bisa sarapan.
 
 
Healed Arm, Lost 21 Pounds Sembuh Arm, Lost 21 Pounds
by oleh
Claudine - Age 51, 17-day juice fast Claudine - Usia 51, 17-hari jus cepat
 
“The personal benefits of the fast was amazing, not only spiritually, but my arm was miraculously healed” "Manfaat pribadi puasa mengagumkan, bukan hanya rohani, tetapi lenganku disembuhkan secara ajaib"

I needed some answers from God, but there was a spiritual barrier that stood in my way. Aku membutuhkan jawaban dari Allah, tetapi ada penghalang spiritual yang berdiri di jalan. I had tried to fast before when faced with these types of circumstances, but something was lacking and my attempt at fasting failed. A friend called me about this new book she was reading about fasting. Aku telah mencoba untuk berpuasa sebelum ketika dihadapkan dengan jenis keadaan ini, tapi ada sesuatu yang kurang dan usaha saya gagal berpuasa. Seorang teman menelepon saya tentang buku baru ini ia membaca tentang puasa. After reading the book, I became inspired and started another fast. Setelah membaca buku ini, saya menjadi terinspirasi dan mulai cepat lagi. My desire was to see some people around me that I cared about come to Christ. Keinginan saya adalah untuk melihat beberapa orang di sekitar saya bahwa saya peduli datang kepada Kristus. I followed the techniques to do with the physical aspects fasting written in the book Fasting to Freedom and read my bible at night. Aku mengikuti teknik-teknik yang berkaitan dengan aspek-aspek fisik puasa tertulis dalam buku Puasa untuk Kebebasan dan membaca Alkitab di malam hari.
The first few days were surprisingly easy, no headaches or weakness and I still continued to work. Beberapa hari pertama itu mengejutkan mudah, tidak ada sakit kepala atau kelemahan dan aku masih terus bekerja. The remainder of the fast went extremely well. Sisa puasa berjalan sangat baik. Only one day did I experience a bad reaction and this was because I cleaned the oven and breathed in some of the fumes causing me to feel sick. Hanya satu hari itu saya mengalami reaksi buruk dan ini adalah karena aku membersihkan oven dan menghirup uap beberapa menyebabkan saya merasa sakit. Luckily the feeling cleared up in a day. Untungnya perasaan dibereskan dalam satu hari.
Even though I was conscious of the good things that the fast was doing in my body, I maintained my spiritual focus and continuously prayed for revival in our church. Meskipun aku sadar akan hal-hal yang baik cepat dilakukan di tubuh saya, saya tetap fokus rohani saya dan terus berdoa untuk kebangunan rohani di gereja kita. By the grace of a God, a refreshing in our church began to occur; people were getting baptized every service. Oleh kasih karunia Tuhan, yang menyegarkan di gereja kami mulai terjadi; orang-orang mendapatkan dibaptis setiap layanan. Many who had fallen from the faith returned. Banyak yang telah jatuh dari iman kembali. The spirit was moving. Semangat itu bergerak. The church even decided to do a one day fast together. Gereja bahkan memutuskan untuk melakukan satu hari puasa bersama. The pastor delivered an anointed sermon calling us to fast, pray and reaffirm our love for one another. Pendeta menyampaikan khotbah yang diurapi memanggil kita untuk berpuasa, berdoa dan menegaskan kembali cinta kita untuk satu sama lain. This message stirred my soul to fast even longer! Pesan ini jiwaku mengaduk untuk berpuasa lebih lama lagi!
The personal benefits of the fast were amazing, not only spiritually, but my arm was miraculously healed. Manfaat pribadi puasa yang menakjubkan, bukan hanya rohani, tetapi lenganku disembuhkan secara ajaib. For months I had been suffering with pain and during the fast, it completely disappeared. Selama berbulan-bulan saya telah menderita kesakitan dan selama puasa, itu benar-benar hilang. What joy to feel no more pain. The severe premenstrual cramps I had grown used to also receded. Apa sukacita merasa tidak lebih sakit. Kram pramenstruasi yang berat saya sudah terbiasa juga surut. And to top it all off, I lost twenty pounds of excess weight. Dan di atas semua ini, aku kehilangan dua puluh pound kelebihan berat badan. For a fifty-one-year-old grandmother to fast 17 days for the first time, I felt like I had a new lease on life. Untuk lima puluh satu tahun nenek untuk berpuasa 17 hari untuk pertama kalinya, aku merasa seperti saya mempunyai kesempatan hidup baru.
For me fasting was a path to draw closer to God. Bagi saya puasa adalah jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah. I had to sacrifice some pleasures to find a closer intimacy with God... Aku harus mengorbankan beberapa kesenangan untuk menemukan keintiman yang lebih dekat dengan Tuhan ... "Man shall not live by bread but by ever word that proceedeth out of the mouth of God." "Manusia hidup bukan dari roti melainkan oleh pernah firman yang keluar dari mulut Allah." I found my nourishment in God. Aku menemukan makanan di dalam Allah.

No More Bad Chest Pains No More Bad Chest Pains
by oleh
Igor Igor
“Rarely now do I feel a slight pain in my heart, but not once has it been as scary and intense as before.” "Jarang sekarang aku merasa sedikit sakit di hatiku, tapi tak sekali Sudah sebagai menakutkan dan intens seperti sebelumnya."
I'm 22 Christian male from California. 22 Aku laki-laki Kristen dari California. I started fasting during a huge spiritual need in my life,  to seek the Lord and to turn away from sin. Aku mulai berpuasa selama kebutuhan rohani yang besar dalam hidup saya, untuk mencari Tuhan dan untuk berpaling dari dosa. I had chronic heart pains, and twice  almost died. Aku sakit jantung kronis, dan dua kali hampir mati. Once when the paramedics arrived at my home they said that I couldn't be having a heart attack because I was too young. Sekali ketika paramedis tiba di rumah saya mereka berkata bahwa saya tidak bisa terkena serangan jantung karena aku masih terlalu muda. Nevertheless I had intense heart pains, like somebody was stabbing me in the chest. Namun aku telah intens sakit hati, seperti ada yang menusuk dadaku. One time my whole body became white and cold when these pains started. Suatu kali seluruh tubuh menjadi putih dan dingin ketika rasa sakit ini dimulai. Finally, I decided to juice-fast for 5 days. Akhirnya, saya memutuskan untuk jus-cepat selama 5 hari. I juiced carrot, beet, apple, and little bit of potato and celery and drank 3 bottles of juice a day with twice the water. Aku dijus wortel, bit, apel, dan sedikit kentang dan seledri dan minum 3 botol jus dua kali sehari dengan air.  As I fasted and prayed, I noticed myself drawing closer to God. Ketika aku berpuasa dan berdoa, aku melihat diriku lebih dekat kepada Allah. After completing my fast, my heart pains went away. Setelah menyelesaikan cepat, rasa sakit hati saya pergi.  I'm amazed by the power of fasting and prayer. Aku kagum dengan kekuatan doa dan puasa. Rarely now do I feel a slight pain in my heart, but not once has it been scary intense as before. Jarang sekarang aku merasa sedikit sakit di hatiku, tetapi tidak sekali Sudah menakutkan intens seperti sebelumnya. In my opinion, doctor's that refuse to support fasting, don't know much about it. Menurut pendapat saya, dokter yang menolak untuk mendukung puasa, tidak tahu banyak tentang hal itu. I know what happened to me, and seen the evidence in my life. Aku tahu apa yang terjadi padaku, dan melihat bukti dalam hidupku. A lot of people that are against fasting, never actually experienced the power of healing in their own lives. Banyak orang yang menentang puasa, tidak pernah benar-benar merasakan kekuatan penyembuhan dalam kehidupan mereka sendiri.

23 Water Fast Resulting In Healing and Better Health 23 Air Fast Dihasilkan Dalam Penyembuhan dan Better Health
by oleh
Todd Fingerman, Chicago, IL Todd Fingerman, Chicago, IL
“My eyes hurt before the fast and had chronic headaches, both dramatically improved.  I now sleep through the night and I wake up feeling refreshed.” "Mataku sakit sebelum cepat dan sudah kronis sakit kepala, baik secara dramatis meningkat. Aku sekarang tidur sepanjang malam dan aku terbangun dengan perasaan segar."
I just completed a 23 day water fast.  I have been 99% raw for most of 12 years, which included fruits, veggies, raw meat, eggs, fish, and dairy.  I am 37 years old.  I began as a raw vegan, then two years later started to include raw animal foods. Aku baru saja menyelesaikan perjalanan 23 hari air cepat. Aku telah 99% baku bagi sebagian besar dari 12 tahun, yang termasuk buah-buahan, sayuran, daging mentah, telur, ikan, dan susu. Saya 37 tahun. Saya mulai sebagai vegan mentah, kemudian dua tahun kemudian mulai untuk memasukkan makanan hewani mentah. After nine years my cholesterol was borderline high and I just didn't feel good.  Married with two children, I would come home from work and begin playing with my kids or reading them books and quickly become tired.  I didn't feel rested after a full night sleep.  Old aches and pains were beginning to hurt again.  My memory and attention to detail wasn't what it used to be.  Exercise become more  like a chore instead of fun.  I was ether cold all the time or the summer heat would wipe me out. Setelah sembilan tahun batas kolesterol saya tinggi dan saya hanya tidak merasa nyaman. Menikah dengan dua anak, aku akan pulang dari kerja dan mulai bermain dengan anak-anak saya atau membaca buku-buku dan dengan cepat menjadi lelah. Aku tidak merasa beristirahat setelah tidur malam penuh. Lama sakit dan nyeri mulai sakit hati lagi. Saya memori dan perhatian terhadap detail itu tidak apa dulu. Latihan menjadi lebih seperti sebuah tugas, bukan menyenangkan. aku eter dingin sepanjang waktu atau musim panas panas akan menghapus keluar.
Including everything I have done with my health over the past 15 years, completing this extended water fast by far contributed greatest to my overall health.  I wasn't in the right place to fast prior to now, and I had the support of my wife, who took care of the kids when I came home from work. Termasuk semua yang saya lakukan dengan kesehatan saya selama 15 tahun, menyelesaikan cepat air diperluas ini jauh memberikan kontribusi terbesar untuk kesehatan saya secara keseluruhan. Aku tidak di tempat yang tepat untuk berpuasa sebelum sekarang, dan aku mendapat dukungan dari istri saya , yang merawat anak-anak ketika aku pulang dari kerja.
Most things were cleared up during the fast, even conditions that never healed during my raw vegan diet.  The dry skin on my elbows that I had for years cleared up.  A shoulder injury began healing on the fast.  My eyes hurt before the fast, and I was getting chronic headaches, both have dramatically improved.  I now sleep through the night and I wake up feeling refreshed. Kebanyakan hal-hal yang dibersihkan sampai selama puasa, bahkan kondisi yang tidak pernah sembuh selama saya vegan diet mentah. Kulit kering di siku bahwa aku telah selama bertahun-tahun dijernihkan. Sebuah cedera bahu mulai menyembuhkan orang pada puasa. Mataku sakit sebelum cepat, dan aku mulai sakit kepala kronis, keduanya telah secara dramatis meningkat. Aku sekarang tidur sepanjang malam dan aku terbangun dengan perasaan segar.
I did overeat when breaking the fast, and ate salty foods which resulted swelling in my legs. No more added salt for me.  My raw meat diet has turned into a mostly raw vegan diet, periodically I eat some raw fish. Aku tidak makan berlebihan saat berbuka puasa, dan makan makanan asin yang mengakibatkan pembengkakan pada kaki saya. Tidak ada lagi ditambahkan garam untuk saya. Saya makanan daging mentah telah berubah menjadi baku kebanyakan vegan diet, secara berkala saya makan ikan mentah. I have learned that I don't do so well with meat or eggs, and I no longer crave dairy.  It has been an amazing adventure like no other! Saya telah belajar bahwa aku tidak melakukannya dengan baik dengan daging atau telur, dan aku tidak lagi membutuhkan susu. Telah petualangan yang menakjubkan seperti tidak lain!
 
Unexpected Healing Unexpected Penyembuhan
by oleh
Grace Grace

“My doctor told me I had a stomach reflex disease and would have to take pills for the rest of my life. "Dokter mengatakan bahwa aku punya penyakit refleks perut dan harus minum pil selama sisa hidupku. But after the fast I was completely healed.” Tapi setelah puasa aku benar-benar sembuh. "
My fast was not for physical appearance but to pray for those I loved. Puasa saya bukan karena penampilan fisik, tetapi untuk berdoa bagi mereka yang saya cintai. There were people suffering in our church and in my home. Ada orang-orang menderita di gereja kami dan di rumah saya. Even before the fast I felt satanic opposition. Bahkan sebelum cepat aku merasa setan oposisi. But I broke through and began praying for my church and witnessed the power of the Lord move in our Pastor on the Friday night service. Tapi aku menerobos dan mulai berdoa untuk gereja dan menyaksikan kuasa Tuhan bergerak dalam Pendeta kami pada layanan Jumat malam. The service was on fire, people were singing praises to God in real freedom. Layanan terbakar, orang-orang menyanyikan pujian kepada Allah dalam kebebasan nyata. Two young boys got baptized. Dua anak laki-laki harus dibaptis.
By the third day if felt terrific. Pada hari ketiga jika merasa hebat. Although my four children can be very loud I was still at peace, nothing seemed to bother me. Meskipun keempat anak saya bisa sangat keras aku masih damai, tidak ada yang tampak untuk mengganggu saya. As the fast progressed it became easier and I had more energy, I was on a spiritual high, singing and rejoicing. Ketika cepat berkembang menjadi lebih mudah dan aku punya lebih banyak energi, aku berada di tinggi rohani, bernyanyi dan bersukacita. One day I went through a dip and felt low in spirit but that was it, the next day I was fine. Suatu hari aku pergi melalui saus dan merasa rendah dalam roh, tetapi itu dia, hari berikutnya aku baik-baik saja.
At the end of the 17 day fast, a number of physical problems disappeared. Pada akhir dari 17 hari puasa, sejumlah masalah fisik menghilang. My doctor had told me I had a stomach reflex disease and would have to take pills for the rest of my life. Dokter telah mengatakan bahwa aku punya penyakit refleks perut dan harus minum pil selama sisa hidupku. But after the fast I was completely healed. Tapi setelah puasa aku benar-benar sembuh. I has arthritis in my left knee, it was also gone. Aku telah arthritis di lutut kiri, itu juga hilang. I lost 21 pound excess fat. Before fasting, my skin was very dry -- it cleared up. Aku kehilangan £ 21 kelebihan lemak. Sebelum puasa, kulitku sangat kering - itu diselesaikan.
Fasting is a way of drawing me closer to God and being able to lean on him. When I was weak he made me strong. Puasa adalah cara untuk menarik saya lebih dekat dengan Tuhan dan mampu bersandar padanya. Ketika aku masih lemah, ia membuat saya kuat.

Healed and Improved Energy Disembuhkan dan Meningkatkan Energi
by oleh
Paul Paul
“My digestive system has healed and my arthritis is slowly improving.” "Sistem pencernaan saya telah sembuh dan arthritis saya perlahan-lahan membaik."
I am 54 years old, a United Church pastor, and very skeptical about fad diets. Saya 54 tahun, seorang pendeta Gereja Amerika, dan sangat skeptis tentang fad diet. I would not have changed my eating except I was suffering from rheumatoid arthritis in my hands, had back pain and constant digestive problems which sapped my vitality -- not to mention middle age spread. Aku tidak akan mengubah makan kecuali aku menderita rheumatoid arthritis di tanganku, telah kembali sakit dan terus menerus masalah pencernaan yang menguras vitalitas saya - belum lagi usia tengah menyebar. These were my incentives to make changes in my eating habits. Ini adalah insentif saya untuk membuat perubahan dalam kebiasaan makan saya.
The author of Fasting To Freedom came to my church one day and talked to me about fasting. Penulis Puasa Untuk Kebebasan datang ke gereja suatu hari dan berbicara kepada saya tentang berpuasa. I was intrigued but noncommittal, although I found his enthusiasm and sincerity infectious. He frequently spoke to me about the importance of nutrition and fasting. Other friends had already mentioned that my ailments were toxin induced. Saya tertarik tapi datar, walaupun aku menemukan ketulusan antusiasme dan menular. Ia sering berbicara kepada saya tentang pentingnya gizi dan puasa. Teman-teman lain sudah menyebutkan bahwa saya adalah penyakit yang disebabkan toksin. I had read Fit for Life by Harvey and Marilyn Diamond. Saya telah membaca Fit for Life oleh Harvey dan Marilyn Diamond. The book gave a believable and scientific context for the claims made by nutritionists and made a convincing argument for the benefits of dietary change. Buku memberikan konteks dipercaya dan ilmiah untuk klaim yang dibuat oleh ahli gizi dan membuat argumen yang meyakinkan untuk manfaat dari perubahan diet. I was convinced of the possible benefits. Saya yakin manfaat yang mungkin. I bought a juicer, filled the refrigerator with fruits and vegetables, and started to eat according to the principles I understood. Saya membeli juicer, kulkas penuh dengan buah-buahan dan sayuran, dan mulai makan sesuai dengan prinsip yang saya mengerti. I stopped mixing carbohydrates and proteins in the same meal to reduce the stress on my digestive system. Aku berhenti mencampur karbohidrat dan protein dalam makanan yang sama untuk mengurangi tekanan pada sistem pencernaan saya. In the mornings I made fresh fruit juices and ate fruit till noon. Pada pagi hari aku membuat jus buah segar dan makan buah sampai tengah hari. Not only did I eat more selectively of nutritious foods, I gave up the coffee habit. Bukan saja aku makan lebih selektif makanan bergizi, saya menyerah kebiasaan kopi.
These simple dietary changes have given me wonderful dividends in health and vitality. Perubahan diet yang sederhana ini telah memberikan dividen luar biasa di bidang kesehatan dan vitalitas. I lost 12 pounds of weight without even trying. Saya kehilangan berat badan £ 12 bahkan tanpa berusaha. My digestive system has healed and my arthritis is slowly improving. Sistem pencernaan saya telah sembuh dan arthritis saya perlahan-lahan membaik. I feel better and more energetic without the need for the caffeine crutch. Aku merasa lebih baik dan lebih energik tanpa perlu kruk kafein.
My increased vitality was brought home to me one morning after a nearly sleepless night as an on-call chaplain in our local hospital. Peningkatan vitalitas saya dibawa pulang kepada saya suatu pagi setelah hampir tidur semalaman sebagai on-call pendeta di rumah sakit setempat. Normally, I would have been exhausted, but instead I had an energetic and fulfilling day. Biasanya, aku akan telah habis, tetapi aku punya energik dan memuaskan hari.
 
Increased Health and Healing From Practicing Fasting and a Clean Diet Peningkatan Kesehatan dan Penyembuhan Dari Berlatih Puasa dan Diet Bersih
by oleh
Elaine Elaine
“Specialists had told me that full flexibility could not be restored to the spine, but after five days of fasting I could bend from my waist.” "Spesialis telah mengatakan kepada saya bahwa fleksibilitas penuh tidak dapat dikembalikan ke tulang punggung, tetapi setelah lima hari puasa saya dapat membungkuk dari pinggangku."
I was carnivorous in my eating; my diet was mostly fried or grilled meats. Aku karnivora di makan; diet saya kebanyakan goreng atau daging panggang. My favorite delicacy was the beef fat around the steak after it is fried crispy. Kelezatan favorit saya adalah daging lemak di sekitar steak setelah digoreng renyah. This diet continued with its monthly cold, anemia, and various related health problems that are considered "normal"—such as a hysterectomy at the age of 24. Diet ini dilanjutkan dengan dingin bulanan, anemia, dan berbagai masalah kesehatan terkait yang dianggap "normal"-seperti histerektomi pada usia 24. Fortunately, I began reducing my milk drinking, heavy salt use, white bread consumption, and began eating a few vegetables. Untungnya, saya mulai mengurangi minum susu saya, berat penggunaan garam, konsumsi roti putih, dan mulai makan beberapa sayuran. At first I could only tolerate a very small token piece of green pepper or broccoli. Awalnya aku hanya bisa mentolerir tanda yang sangat kecil potongan paprika hijau atau brokoli. Eventually, the pieces kept getting bigger until I was eating a whole piece. Akhirnya, potongan terus bertambah besar sampai aku sedang makan seluruh bagian.
One of the most pernicious habits I had was always keeping a bowl of candy within 10 feet of hand to mouth. Salah satu yang paling merusak kebiasaan aku selalu menjaga semangkuk permen dalam jarak 10 meter dari tangan ke mulut. As my diet improved, I discovered I did not need the lift from sugar. Together with my husband, we searched for a better diet and experimented with the Rotation Diet, Pritikin Diet, and Macrobiotics. Seperti pola makan saya membaik, saya menyadari bahwa saya tidak membutuhkan lift dari gula. Bersama dengan suami saya, kami mencari makanan yang lebih baik dan bereksperimen dengan Rotation Diet, Diet Pritikin, dan Macrobiotics. None of these diets worked for us. Tak satu pun dari diet ini bekerja untuk kami. Then we read Fit for Life in 1988. Kemudian kita membaca Fit for Life pada tahun 1988. By adhering fairly strictly to Fit for Life principles, I lost 40 lbs. Dengan mengikuti cukup ketat untuk Fit for Life prinsip-prinsip, aku kehilangan £ 40. in eight months. dalam delapan bulan.
The improved diet increased overall energy, and led me to engage in a 12-day water fast. Perbaikan diet yang meningkatkan energi secara keseluruhan, dan menuntun saya untuk terlibat dalam 12-hari air cepat. On the third day of the fast, I stopped sleeping for five days and nights. Pada hari ketiga puasa, aku berhenti tidur selama lima hari dan malam. This was the body correcting an industrial accident that injured my tailbone ten years earlier. Ini adalah mengoreksi tubuh kecelakaan industri yang terluka tailbone saya sepuluh tahun yang lalu. Specialists had told me that " full flexibility could not be restored to the spine," but after five days of fasting I could bend from my waist. Spesialis telah mengatakan kepada saya bahwa "fleksibilitas penuh tidak dapat dikembalikan ke tulang punggung," tetapi setelah lima hari puasa saya dapat membungkuk dari pinggangku. Since I broke that fast, I have lived a hygienic-vegetarian diet for the last five years. Karena saya bangkrut secepat itu, saya telah menjalani hidup yang higienis-vegetarian selama lima tahun terakhir. Lately, I just water fasted for 13 days without any noticeable negative symptoms, a good indication of my healthy diet. Akhir-akhir ini, aku hanya air berpuasa selama 13 hari tanpa gejala negatif yang nyata, indikasi yang baik dari diet sehat.
 
Fasting and Detoxification Puasa dan Detoksifikasi
by oleh
Ron Ron
“Since age 14, I have always had acute sinus problems, and would stop sinus pain with aspirin and codeine.” "Sejak usia 14, saya selalu punya masalah sinus akut, dan akan berhenti sinus sakit dengan aspirin dan kodein."
I started searching for the best diet to ensure high-level wellness. Aku mulai mencari makanan yang terbaik untuk memastikan tingkat tinggi kesehatan. I traveled up many blind alleys before finding natural hygiene. Saya melakukan perjalanan ke banyak jalan buntu sebelum menemukan kebersihan alam. When I discovered Fit for Life, I lost 40 lbs. Ketika saya menemukan Fit for Life, aku kehilangan £ 40. I tried several short fasts but always went out of control about day five and and broke them. Aku mencoba beberapa puasa pendek tapi selalu pergi ke luar kendali sekitar hari ke lima dan dan pecah mereka. I then decided that there was no option except to have a minimum 14-day supervised water fast. Saya kemudian memutuskan bahwa tidak ada pilihan kecuali untuk memiliki minimal 14 hari air diawasi cepat. My main concern was that my left bicep felt like a bag of marbles. Perhatian utama saya adalah bahwa bisep kiriku merasa seperti sekantong kelereng. From day three of the fast 'til day five, my left arm was in excruciating pain, but on day six the muscles relaxed and pain subsided. Dari hari ketiga puasa 'til hari kelima, saya berada di lengan kiri sakit sekali, tetapi pada hari keenam otot rileks dan rasa sakit mereda.
Since age 14, I have always had acute sinus problems, and would stop sinus pain with aspirin and codeine. Sejak usia 14, saya selalu punya masalah sinus akut, dan akan berhenti sinus sakit dengan aspirin dan kodein. This is the only drug of significance I have abused except for nicotine and caffeine, but I can still taste aspirin when I fast, indicating the cells are releasing this chemical garbage. Ini adalah satu-satunya obat signifikansi aku telah menyalahgunakan kecuali untuk nikotin dan kafein, tapi aku masih bisa merasakan aspirin ketika aku berpuasa, yang menunjukkan sel-sel melepaskan sampah kimia ini. Since that time, my only health concern has been small, weeping ulcers on my left arm and shoulder, which shows me that toxins are still trying to get out that side of my body. I undertook 13 days of water fasting, preceded by three days of juice to lower my toxic load. The sores have closed up. Sejak saat itu, satu-satunya masalah kesehatan telah kecil, menangis bisul di lengan kiri dan bahu, yang menunjukkan bahwa racun masih mencoba untuk keluar sisi tubuh saya. Saya melakukan 13 hari puasa air, didahului oleh tiga hari jus untuk menurunkan beban beracun. Yang luka telah tertutup. I was very gratified to note no other pain or crises, which proved to me that I have obtained a high level of wellness. It will be a very happy day for me when I can fast free of symptoms because there is no waste to be removed. Saya sangat bersyukur untuk mencatat tidak ada rasa sakit atau krisis-krisis lain, yang membuktikan bahwa saya telah memperoleh tingkat yang tinggi kesejahteraan. Ini akan menjadi hari yang sangat bahagia bagi saya ketika saya bisa bebas dari gejala cepat karena tidak ada limbah yang akan dihapus .
Healed of Chest Pain and Increased Energy Disembuhkan dari Dada Nyeri dan Meningkatkan Energi
by oleh
Tim Tim
“I had been experiencing pain off and on in my chest for over a year. "Saya telah mengalami off dan nyeri di dada saya selama lebih dari setahun. The pain was gone!” Rasa sakit itu hilang! "
I was interested in fasting, but could never get past one day without food; I usually felt too sick to continue. Saya tertarik pada berpuasa, tetapi tidak pernah bisa melewati satu hari tanpa makanan, saya biasanya merasa terlalu sakit untuk melanjutkan. After gaining more information through asking questions, my confidence grew and I decided to try a fast. Setelah memperoleh informasi lebih lanjut melalui mengajukan pertanyaan, kepercayaan diri saya tumbuh dan saya memutuskan untuk mencoba berpuasa. My first fast was three days. Pertama saya cepat adalah tiga hari. Drinking fresh juice made all the difference; I was able to fast without uncomfortable sensations. Minum jus segar membuat perbedaan, saya bisa cepat tanpa sensasi tidak nyaman.
Shortly after this, I went on another three day fast. Tak lama setelah ini, aku pergi pada tiga hari lagi cepat. It was on this second fast I started to get results. Itu cepat kedua ini saya mulai mendapatkan hasil. I gained energy and concentration increased. Saya memperoleh energi dan konsentrasi meningkat. Because of this, I decided to tackle a longer fast. Karena ini, saya memutuskan untuk menangani lebih lama cepat. I was interested in finding out how long I could go without food. Saya tertarik untuk mencari tahu berapa lama aku bisa pergi tanpa makanan. It had become a challenge. Ini telah menjadi sebuah tantangan.
A week later I started to fast. Seminggu kemudian aku mulai cepat. On the third day of the fast I became dizzy and sick with nausea and dry heaves, but I was determined. Pada hari ketiga puasa saya menjadi pusing dan sakit dengan mual dan heaves kering, tapi aku bertekad. I knew enough to realize these things happened and would pass. Aku cukup tahu untuk mewujudkan hal-hal ini terjadi dan akan berlalu. I drank lots of juice to help me get through it. After 5 days of fasting, my energy increased. Aku minum banyak jus untuk membantu saya bisa melewatinya. Setelah 5 hari puasa, energi saya meningkat. I jogged, did pushups, and walked. Aku berlari, tidak pushups, dan berjalan. My ability to think increased, as I became more relaxed and focused. Kemampuan saya untuk berpikir meningkat, ketika aku menjadi lebih santai dan fokus.
After 14 days, I was down at the park practicing deep breathing. Setelah 14 hari, aku turun di taman berlatih pernapasan. I felt a small pain in my chest. Aku merasakan sakit kecil di dadaku. Then suddenly I felt a release. Lalu tiba-tiba aku merasa sebuah rilis. A burst of energy in the area of my heart sent a tingling feeling all over my body. Semburan energi di bidang hatiku mengirimkan perasaan kesemutan seluruh tubuh saya. I sat on the ground to continue my deep breathing and enjoy the feeling that was flooding my entire body. Aku duduk di tanah untuk melanjutkan pernapasan panjang dan menikmati perasaan yang melanda seluruh tubuhku. There was an incredible sense of freedom. Ada rasa kebebasan yang luar biasa. Before, I had been experiencing pain off and on in my chest for over a year. Sebelumnya, saya telah mengalami sakit off dan di dalam dadaku selama lebih dari setahun. The pain was gone! Rasa sakit itu hilang!
God Still Heals Allah Masih menyembuhkan
by oleh
Steph Steph

“After completing a 20 day fast, I am now on no prescription medications.” "Setelah menyelesaikan puasa selama 20 hari, saya sekarang tidak ada resep obat."
When I entered into this fast, I did so out of obedience to the Holy Spirit. Ketika aku masuk ke dalam puasa ini, aku begitu keluar dari ketaatan kepada Roh Kudus. It started out as mainly a healing fast because I clearly felt the Lord communicating to me that this healing would only come through fasting. Ini dimulai sebagai penyembuhan cepat terutama karena saya jelas merasa Tuhan berkomunikasi kepada saya bahwa penyembuhan ini hanya akan datang melalui puasa. I really had no idea how long this would be. Aku benar-benar tidak tahu berapa lama ini akan. After water fasting for 13 days I felt strongly that I wanted to continue. Setelah air berpuasa selama 13 hari aku merasa bahwa aku ingin melanjutkan.
When I started this fast I was taking 20 pills a day, including 4 different prescriptions. Ketika saya mulai puasa ini aku sedang 20 pil sehari, termasuk resep yang berbeda 4. After completing a 20 day fast, I am now on no prescription medications. Setelah menyelesaikan puasa selama 20 hari, saya sekarang tidak ada resep obat. I have lost 25 pounds and no longer have swelling in my face, ankles or feet like before. Saya telah kehilangan 25 pon dan tidak lagi memiliki bengkak di wajahku, pergelangan kaki atau kaki seperti sebelumnya. I lost interest in television and have become much more productive in getting things done and not procrastinating, I've been a procrastinator all my life. Saya kehilangan minat di televisi dan telah menjadi jauh lebih produktif dalam menyelesaikan sesuatu dan tidak menunda-nunda, aku sudah suka menunda-nunda sepanjang hidupku. Also I have lost my desire to gorge on food. Juga saya kehilangan keinginan untuk ngarai makanan.
I was successful in ending my fast the right way, eating very small amounts of fruits and vegetables for 5 full days. Aku berhasil dalam mengakhiri puasa dengan cara yang benar, makan dalam jumlah sangat kecil buah-buahan dan sayuran selama 5 hari penuh. I know my physical healing is not complete, but God has assured me that it will be an ongoing progress. Aku tahu penyembuhan fisik saya tidak lengkap, tetapi Allah telah meyakinkan saya bahwa itu akan menjadi kemajuan berkelanjutan. He gave these two verses. "But I will restore health to you and heal your wounds," declares the Lord. Jeremiah 30:17 "I am the Lord that Healeth thee. Exodus 15:26. Dia memberikan dua ayat ini. "Tapi aku akan memulihkan kesehatan kepada Anda dan menyembuhkan luka-lukamu," demikianlah firman Tuhan. Yeremia 30:17 "Akulah Tuhan yang Healeth kepadamu. Keluaran 15:26.
I praise God for the experience of this fast and am looking forward to making fasting a regular part of my life. Saya memuji Tuhan untuk pengalaman puasa ini dan saya melihat ke depan untuk membuat puasa sebagai bagian dari hidupku.